Tips dalam menghadapi wawancara kerja

Standard

Berawal dari postingan seorang kaskuser yang bertanya bagaimana cara menghadapi sebuah wawancara kerja, saya jadi teringat ketika pertama kali wawancara kerja. Cukup menegangkan dan memang sulit untuk bisa tenang. Tampak seperti sebuah pengadilan yang akan menentukan masa depan. Akibatnya banyak hal-hal konyol yang terjadi. Misalnya, lebih banyak menjawab “tidak bisa” ketika ditanya sesuatu. Padahal cukup jawab “bisa”, dan urusan memang benar-benar bisa atau tidak itu bisa dipelajari nantinya.
Konyol memang,  tapi hal itu biasa terjadi pada para pelamar kerja ketika di wawancarai. Kondisi mental yang tidak tenang mengakibatkan otak tidak bisa berpikir jernih. Meskipun sebelum wawancara sudah banyak menyiapkan bahan, baca-baca panduan, dan menghapalkan segala kemungkinan, hal itu akan hilang sekejap bahkan ketika wawancara baru dimulai.

Jadi kepikiran untuk mencoba membuat rangkuman tips-tips dalam menghadapi sebuah wawancara. Semua ini hanya berdasarkan pengalaman saya dan hasil pengamatan saya selama bekerja di perusahaan yang sekarang terhadap para pelamar kerja.

  1. Penampilan.
    Harus kelihatan rapi, dan bersih. Tidak mesti pake celana dasar dan kemeja. asalkan kelihatan rapi, tetap dihargai.
  2. Tutur kata.
    Usahakan sopan, tapi jangan kaku. Terlalu kaku malah anda tampak meragukan. Kaku dan gugup tidak jauh berbeda. Sesekali sambil tersenyum juga bagus, asal jangan cengengesan. Tunggu pewawancara selesai berbicara baru anda menjawab, jangan memotong pembicaraan orang.
    Selalu bicara dan jawab pertanyaan dengan tegas. Jangan berputar-putar, apalagi plin-plan.
    Terlalu banyak “eee….mmm…anuu…” akan mengurangi poin anda.
    Berpikirlah dengan cepat untuk menjawab setiap pertanyaan yang diajukan. Terlalu lama berpikir (sambil menatap langit-langit), keburu nama anda dicoret.
  3. Tenang.
    Redakan denyut jantung. Bersikaplah santai tapi tetap sopan. Sikap yang tenang membawa anda bisa berpikir jernih dan bisa mencerna setiap pertanyaan dengan baik. Pewawancara juga bisa kagum dengan anda jika anda selalu bersikap tenang terhadap setiap pertanyaan yang dilemparkan.
  4. Percaya dengan kemampuan diri anda.
    Pewawancara akan banyak menanyakan mengenai kemampuan anda. jawab dengan tenang, dan tunjukkan jika anda memang orang yang tepat. Percaya lah bahwa anda memang sangat menguasai bidang anda. Sedikit sombong dengan keahlian anda tidak masalah asalkan tidak keterlaluan. Jika anda tidak menunjukkannya, bagaimana mereka bisa tahu? hanya anda yang bisa tahu batas kemampuan anda. Orang lain tidak akan tahu jika anda tidak menunjukkannya.
  5. Jujur
    Pertanyaan yang biasanya tidak disukai adalah “apa kelebihan dan kekurangan anda?”
    Jawablah dengan jujur. Memang sulit untuk dijawab, tapi anda memang harus mengetahui apa kelebihan dan kekurangan anda. Bagaimana anda bisa bekerja dalam sebuah kondisi kerja yang penuh dengan tekanan jika anda tidak mengetahui kemampuan dan kekurangan anda.
    Cobalah baca-baca tentang analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunities, and Threats), atau Kekuatan, Kelemahan, Kesempatan, dan Ancaman.
    SWOT berguna untuk memecahkan suatu masalah dalam pekerjaan. Makanya kebanyakan perusahaan akan menanyakan hal ini.
    Tidak perlu takut dengan kekurangan anda, justru anda akan lebih dihargai daripada orang lain yang menutupi kekuranganya. apalagi jika didukung oleh kelebihan anda yang memang mumpuni.
  6. Bahasa tubuh
    Terutama mata, jangan sering membuang muka, mengalihkan pandangan, menunduk, ataupun terlalu fokus ke satu titik. Tataplah mata (atau paling tidak wajah) orang yang sedang bertanya kepada anda.
    Juga gerak tubuh, jangan seperti orang sembelit. Dan jangan kaku seperti robot. Bersikaplah wajar.

Intinya sih adalah TENANG dan RILEKS
Anda bisa melalui semuanya jika anda bisa tenang.

Kadang perusahaan memiliki HRD yang merupakan orang dari psikologi. Dan orang-orang ini biasanya yang ikut dalam wawancara.
Hal-hal kecil dari anda akan diperhatikan, dan mereka bisa dengan mudah membaca diri anda.
Bisa dari bahasa tubuh, nada bicara, hingga tulisan anda.
Jika begini, sulit bagi anda untuk lolos jika memang tidak benar-benar mumpuni dalam bidang yang anda lamar.

saran:
Ada baiknya anda mencari informasi yang banyak mengenai posisi yang anda incar, dan perusahaan yang anda lamar. kalau anda tidak mengetahui informasi lengkap mengenai hal itu, bisa2 anda akan terjebak pada suatu kondisi lingkungan kerja yang justru tidak anda inginkan.

Semoga Berguna..

Leave a Reply