Gua kan cuma forward doang!

Standard

“Gua cuma forward doang!”
Kalimat itu yang biasanya muncul saat seseorang menyebarkan suatu berita yang masih diragukan kebenarannya.
Di email, milis, IM , atau bahkan BBM, kadang kita menerima pesan dari kontak kita mengenai sesuatu yang biasanya mengenai peringatan akan suatu bahaya atau bahkan suatu peristiwa fenomenal yang sangat langka. Dengan turut mencantumkan nama sebuah media besar sebagai penguat berita membuat orang awam yang membacanya menjadi langsung percaya begitu saja.

Lucunya, kadang tidak sedikit dari mereka yang menyebarkan berita tersebut juga tidak mengetahui keabsahan berita tersebut. Mereka langsung menuruti “perintah” pada akhir isi berita yang biasanya meyarankan kita untuk menyebarkan atau meneruskan berita itu ke orang-orang yang kita sayangi.

Kenapa sih mereka begitu beratnya untuk mengecek apakah berita tersebut benar atau hanya hoax saja?
Padahal cukup mengetikkan subjeknya saja di google kita bisa dapatkan banyak referensi mengenai berita tersebut.

Dan yang lebih menyebalkan lagi, ketika kita sudah panjang lebar menjelaskan bahwa itu adalah hoax (bahkan hingga ke masalah teknis), mereka dengan simple nya menjawab: “Gua cuma forward doang, terserah mau percaya atau enggak..”

Bukankah dengan turut menyebarkan berita tersebut anda juga ikut mempercayainya?
Bukankah dengan mem-forwardnya berarti anda ikut menyebarkan berita bohong?

Jika begitu artinya anda orang yang percaya dan gampang dibohongi. Karena tidak pernah mau sedikit repot untuk mencari referensi dan sumber lain yang bisa dijadikan bahan acuan kebenaran berita tersebut.

Bagaimana jika ada yang memperingati anda bahwa menghirup udara itu sangat membahayakan nyawa anda karena dalam udara terkandung gas O2 bisa menyebabkan paru-paru basah??
Ikut menyebarkannya juga?

Leave a Reply