Chirpify – The Social Commerce & Payments Platform

Standard

Jualan lewat facebook itu sudah biasa, bahkan bisa sampe transaksi. Lewat API facebook yang lumayan komplit, user bisa melakukan transaksi dan checkout via facebook apps / pages.  Solusi pembayaran bisa dengan cara transfer bank, credit card, atau paypal.

Bagaimana dengan Twitter?
Secara default Twitter sebenarnya adalah media komunikasi satu arah. Media ekspresi melalui 140 karakter. Fitur reply, mentions, dan DM yang membuat user bisa saling berinteraksi.

Lalu bisakah Twitter digunakan untuk berdagang?

Well, disini agak-agak tricky!
Biasanya para penjual memanfaatkan Twitter hanya untuk media promosi, bukan untuk bertransaksi. 140 karakter digunakan untuk mempromosikan barang dagangannya, dengan menyertakan link yang menuju website sang penjuan. Seluruh proses transaksi selanjutnya dilakukan di website tersebut. Mulai dari pemilihan barang, checkout, hingga proses pembayaran.
Tentu saja, peran twitter sudah tidak ada lagi. Hanya sekedar media promosi.

Nah, baru-baru ini saya menemukan sebuah website yang menyediakan layanan pembayaran online via Twitter!
Yup, cara transaksinya cukup lewat tweet saja.

Nama website tersebut adalah Chirpify.

The Social Commerce & Payments Platform

Sangat menarik layanan yang mereka berikan. Untuk melakukan pembelian terhadap barang yang dijual di twitter (oleh member Chirpify), cukup dengan melakukan reply dengan kata “buy”.
Maka proses pembayaran akan otomatis berjalan. Uang akan ditransfer dari pembeli ke penjual.

Kok bisa?
Pertama, untuk bisa melakukan transaksi ini, penjual dan pembeli harus merupakan member Chirpify.
Kedua, payment gateway yang digunakan adalah Paypal.
Sudah bisa menebak prosesnya?

Jadi untuk setiap member Chirpify, baik sebagai penjual ataupun pembeli, melakukan koneksi akun Chirpify mereka ke akun twitter dan Paypal. Untuk mengkoneksikan akun Chirpify ke Paypal, user tidak memasukkan alamat email akun Paypal mereka, tapi mengkoneksikan akun Paypal mereka melalui metode oAuth.

Setelah akun Chirpify terkoneksi dengan Twitter dan Paypal, maka user tersebut sudah siap untuk melakukan transaksi jual-beli.

Untuk penjual, bisa memulai menjual barang dengan membuat Listings.
Listings adalah daftar barang dagangan user Chirpify.

Listings

Disini, ada dua tipe Listing.

Pertama barang digital.
Misalnya lagu, software, foto, dan lainnya yang bersifat download. Penjual melakukan upload file yang akan dijual.

Kedua barang fisik.
Penjual menentukan perkiraan lama waktu pengiriman barang dan ongkos kirimnya.

Klik Publish, maka otomatis akan diposting ke timeline Twitter user tersebut.

Jika ada user yang ingin membeli listing tersebut, maka cukup melakukan reply dengan menyertakan kata “buy”.
Jika user tersebut merupakan member Chirpify, maka otomatis akan melakukan charging pembayaran melalui akun Paypal mereka.
Jika bukan user Chirpify, maka Chirpify akan mengirimkan notifikasi agar user tersebut melakukan pendaftaran ke Chirpify terlebih dahulu.

Untuk barang yang bertipe digital, setelah user me-reply “buy” dan Chirpify telah sukses men-debit Paypal user tersebut, maka link download akan dikirimkan ke user tersebut. Link download hanya bisa diakses oleh user yang terasosiasi dengan akun yang melakukan pembelian listing tersebut.

Sedangkan jika barang bersifat fisik, maka setelah transaksi selesai, Chirpify akan mengirimkan notifikasi ke penjual untuk segera melakukan pengiriman barang.
Untuk ongkos kirim, Chirpify hanya mendukung flat shipping fee.

History transaksi dapat diakses melalui menu Receipts. Baik transaksi pembelian maupun transaksi penjualan.

Receipts

 

Selain untuk berjualan, Chirpify juga bisa digunakan untuk melakukan pengumpulan dana.
Proses pembuatan listing untuk pengumpulan dana sama seperti untuk penjualan, terdapat pilihan “Donation” pada saat membuat listing. Dan User yang akan melakukan donasi, cukup melakukan reply dengan kata “Donate”

Dan fitur lainnya yang menurut saya sangat menarik adalah Direct Payment.
Kali ini tidak perlu melakukan reply terhadap listing. Tapi langsung memposting tweet dengan kata kunci
“Pay @username $amount some reason..”
atau “Donate $amount @username some reasons..”

Direct Payment

Yang menarik bagi saya adalah ini bisa digunakan oleh pemilik usaha seperti kafe, restoran, ataupun toko sebagai alternatif media pembayaran.
Pelanggan tidak perlu repot antri di kasir, cukup bayar lewat tweet.

Jika dikembangkan lebih lanjut, mungkin bisa mengintegrasikan sistem billing kasir dengan API Chirpify.

 

Biaya

Nah, sekarang masalah biaya.
Berapa biaya yang harus dibayar untuk menggunakan layanan ini?

Ada 2 tipe akun di Chirpify.

Pertama Akun Basic. 
Akun ini gratis, tidak ada biaya bulanan.
Pembeli tidak dikenakan biaya ketika melakukan transaksi pembelian, donasi, ataupun mengirimkan pembayaran (direct payment).
Sedangkan untuk penjual, dikenakan biaya 5% per transaksi dari harga barang yang dijual.
Namun perlu diingat, bahwa Paypal mengenakan biaya juga untuk para penjual setiap anda menerima pembayaran.
Saran saya, tambahkan parameter biaya tersebut pada harga listing anda.
Hal yang biasa bukan? Seperti kita membeli barang yang dikenakan pajak.

Akun yang kedua adalah Enterprise
Akun ini berbayar secara bulanan.
Fitur tambahan yang didapat dari akun ini adalah:

  • Promo / Coupons Codes
  • Giveaways
  • Advanced Reporting
  • Branded Storefront
  • Branded Registration
  • Flexible transaction fee
  • Promoted Listings
  • Priority Support
  • Dan lainnya…

Untuk biayanya, kita harus mengirimkan request quote ke Chirpify.

 

Kesimpulan

Chirpify ini sangat menarik, cara baru untuk melakukan transaksi online. Alternatif baru yang sangat memudahkan baik penjual maupun pembeli.
Dengan umur mereka yang masih baru, masih ada kemungkinan untuk berkembang lebih jauh.

Saya sendiri sudah mencoba Chirpify untuk menjual Plugin WordPress yang saya buat.
Lumayan, sudah beberapa copy terjual. Tidak repot memang, tinggal terima laporan transaksi / receipts via email dan twitter.

Bagi para pemilik brand yang memiliki akun twitter dan punya follower banyak, tentu sangat mudah untuk menjual barangnya via twitter (dan Chirpify).
Band Green Day sendiri dalam 4 jam berhasil menjual 3 albums setiap 55 detik!

“In the first four hours Green Day sold 3 albums every 55 seconds! Green Day averages 2200 new followers/day. With their Chirpify listing they added 9000, or 15 new followers per second.” – Media Bistro

Tapi tentu saja, nobody’s perfect!

Saya sempat mengalami masalah dengan sistem mereka.
Ada yang membeli produk saya, dan sukses hingga proses pembayaran. Dan user tersebut berhasil download produk saya.
Saya pun menerima receipts dari Chirpify.
Tapi anehnya, saya tidak menerima pembayaran dari Paypal.

Saya kontak ke support Chirpify untuk konfirmasi melalui halaman support mereka.
Sekitar 2 hari baru saya mendapatkan balasan.
Namun mereka hanya menjanjikan akan melakukan pengecekan di sistem mereka.

Beberapa hari kemudian dapat balasan lagi (setelah saya konfirmasi ulang), bahwa mereka akan meneruskannya ke developer.

Lagi, saya harus menunggu.
Beberapa hari tidak ada kabar, saya kontak lagi, namun tidak ada respon.

Setelah hampir 2 minggu, baru ada balasan.
Ternyata mereka sedang libur..
Ya memang sih, kemarin bertepatan dengan Natal dan Tahun baru.
Namun tidak ada konfirmasi dari mereka bahwa mereka (dan tim support) sedang liburan panjang!

Esok harinya baru saya dapat kabar, penjelasan mengenai masalah yang saya alami.
Ternyata ada masalah pada proses komunikasi antara API Chirpify dengan Paypal.

Jadi pada saat transaksi, Paypal mengirimkan pesan “Succesful”.
Yang kemudian ditindak lanjuti oleh Chirpify untuk menyelesaikan proses transaksi, dan mengirimkan link download ke user.
Namun kemudian Paypal mengirimkan pesan kedua yang berisi “Unsuccesful” (setelah semua proses selesai).

Lah kok bisa??

Kok bisa Paypal mengirimkan 2 pesan??

Jadi ternyata Paypal gagal melakukan debit terhadap user tersebut, namun Chirpify menerima kabar sukses dari Paypal, sehingga terus memproses nya.
Entah kesalahan ini memang dari Paypal, atau ada kesalahan logic dari aplikasi Chirpify ini.
Yang jelas mereka menyarankan saya mengirimkan Invoice ke user tersebut untuk menyelesaikan pembayarannya.

Walah, setelah 3 minggu transaksi baru disuruh bayar?
Rasanya aneh saja.

Akhirnya saya putuskan untuk membiarkannya saja.
Saya ikhlaskan saja, anggap penglaris saja.. 😛

Tapi dibalik itu semua, bagi saya ini cukup menjanjikan. Dan saya berniat untuk mengintegrasikan Chirpify ke website saya sebagai alternatif pembayaran.
Pihak Chirpify sendiri sudah menjanjikan untuk memperbaiki logic aplikasi mereka untuk menghindari terjadinya hal seperti ini lagi.
Juga (katanya) mereka sudah melakukan kontak ke pihak Paypal untuk menangani issue tersebut.

Well, kita tunggu saja bagaimana perkembangan Chirpify ini.

Atau adakah Startup lokal yang bisa mengembangkan sistem pembayaran seperti ini?
Mengingat masih minimnya solusi pembayaran online dari Indonesia. Padahal jumlah transaksi online di Indonesia ini sudah sangat tinggi sekarang.

Sudah ada sih, baru-baru ini muncul website lokal yang menyediakan solusi pembayaran online.
Mungkin di tulisan selanjutnya akan saya bahas.

Btw, jika ingin tahu Plugin WordPress yang saya jual bisa mengunjungi listing saya disini:

http://chirpify.com/listing/5f2

 

Public Page Chirpify saya:

http://chirpify.com/vandai

Atau bisa mengunjungi website:

http://www.vnetware.com/

 

Dan bisa mencoba demo aplikasinya disini:

http://demo.vnetware.com/komper/

 

Leave a Reply