Misteri “Sliding Rocks” di Death Valley terpecahkan

Standard

Sejak ditemukan, banyak spekulasi tentang bagaimana batu-batu tersebut bisa berpindah sendiri, bahkan menyisakan jejak yang menunjukkan bahwa batu tersebut memang “berjalan”, namun belum pernah ada yang benar-benar menyaksikan secara langsung ketika fenoma tersebut terjadi.

Hingga sebuah tim yang telah memulai penelitian sejak tahun 2011 akhirnya dapat merekam kejadian pada saat batu tersebut “berjalan”.
Mereka menempatkan beberapa batu yang telah dilengkapi dengan GPS, alat pemantau cuaca, dan beberapa kamera untuk merekam time lapse.

sliding-rocks

Penelitian ini bahkan disebut sebagai: “The most boring experiment ever”.

Setelah 2 tahun, akhirnya mereka dapat melihat secara langsung dan merekam momen ketika batu tersebut berpindah.

Intinya, fenomena ini membutuhkan kombinasi dari beberapa kejadian.
Pertama, pada saat musim dingin area tersebut terisi oleh air yang cukup untuk menggenangi batu-batu disana.
Kedua, di malam hari saat suhu menurun air tersebut mulai membeku dan menciptakan lapisan es tipis Lapisan ini sekitar 3-5 milimeter, tipis namun cukup kuat untuk menahan batu diatasnya.
Dan di pagi harinya saat suhu mulai kembali naik, lapisan es mulai pecah dan mencair. Air yang mengalir dan ditambah dengan bantuan angin, mulai mendorong batu secara perlahan. Batu-batu yang masih ditahan oleh pecahan lapisan es dibawahnya mulai perlahan maju, dengan meninggalkan jejak pada lumpur dibawahnya.

death-valley-rock-trails

Pergerakan ini sangat lambat, sehingga susah dilihat secara langsung, dengan kecepatan sekitar 2-6 meter per-menit. Dan biasanya per-kejadian batu-batu tersebut hanya bergerak beberapa kali.
Berdasarkan data dari batu yang telah dilengkapi GPS sebelumnya, batu tersebut butuh waktu sekitar 2,5 bulan untuk bergerak sejauh 200 meter.

 

moving_rock2

 

One thought on “Misteri “Sliding Rocks” di Death Valley terpecahkan

Leave a Reply