It’s the day

Standard

Today is my day.
And you’re no more here.

I really miss your surprises when i got home, woke me up in the midnight just to tell me your lovely wishes.
You were given me the best birthday gift i ever had.

And for today, I just wish you were still here.

Bangganya Menggunakan Notepad

Standard

Ketika ada pembahasan mengenai Tools Editor untuk programming, beberapa orang dengan bangga nya menyebut: “..hanya menggunakan notepad!”

wah wah, kok bangga yah karena pakai notepad?
apakah hanya dengan menggunakan notepad maka anda disebut sebagai “Programmer Jempolan”??

Padahal penggunaan tools IDE itu untuk memudahkan programmer sendiri. Tidak akan pernah ada coding dengan 100% tanpa ada kesa

lahan.
Lebih mudah mana? tracing error di IDE atau notepad??
Continue reading

Sumpah Pemuda

Standard

Sekedar pengingat,

Sumpah Pemuda dibacakan pada waktu Kongres Pemoeda yang diadakan di Waltervreden (sekarang Jakarta) pada tanggal 27 – 28 Oktober 1928, bertempat di Jalan Kramat Raya nomor 106 Jakarta Pusat sekarang menjadi Museum Sumpah Pemuda (pada waktu itu gedung tersebut adalah milik dari seorang Tionghoa yang bernama Sie Kong Liong)

Rumusan Sumpah Pemuda ditulis Moehammad Yamin pada sebuah kertas ketika Prof. Mr. Sunario Sastrowardoyo sebagai utusan kepanduan tengah berpidato pada sesi terakhir kongres.
Sumpah tersebut awalnya dibacakan oleh Soegondo dan kemudian dijelaskan panjang-lebar oleh Yamin.

Isi dari Sumpah Pemuda tersebut adalah:

(versi asli)

SOEMPAH PEMOEDA

Pertama :
– KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH AIR INDONESIA

Kedua :
– KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA

Ketiga :
– KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGJOENJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA

Djakarta, 28 Oktober 1928

 

(versi terjemahan – Ejaan Yang Disempurnakan)

SUMPAH PEMUDA

Pertama
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.

Kedua
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.

Ketiga
Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

 

 

*sumber:
1. Wikipedia
2. sumpahpemuda.org

Finally!

Standard

Finally! Akhirnya! bisa menulis lagi di blog ini. Lebih tepatnya:
ada kemauan lagi buat menulis 😀

Sebenarnya semangat menulis (lagi) ini dimulai dengan perasaan “tersinggung” terhadap sindiran si oom bantal, ketika itu dia berkicau di akun twitternya tentang adanya update di blog dia. FYI, si oom bantal ini punya blog yang lumayan terkenal seantero jagat dengan isi celotehannya yang lucu dan cenderung gak jelas nyeleneh. Namun entah terserang virus apa, tiba-tiba blog nya mati-suri. Saya  pikir mungkin beliau sudah tertular penyakit priyadingistis, ya sudah maklum aja dan berharap domainnya cepat expired biar bisa saya ambil-alih (loh? :P)

Dan tiba-tiba The Pillow Face is Back!
Status di twitter nya menginformasikan bahwa ada tulisan terbaru di blog nya!
Tentu itu kabar bahagia untuk para pembaca setianya (termasuk saya), saya pun merespon twit nya, dengan berkata “Finally!”
Tapi sungguh balasannya sangat menusuk hati!
Karena memang sih, blog saya sudah lebih lama lagi mati-suri nya daripada punya si oom bantal ini.

Blog saya di akemapa.com terakhir update pada tanggal 03 Mei 2010, setahun yang lalu! 😀
Sedangkan blog yang ini, tulisan terakhir pada tanggal 04 Januari 2011.

Sebenarnya kalau bahan untuk tulisan, sudah sering terpikirkan oleh saya. Namun waktu dan mood untuk nulisnya itu yang sering menghilang. Apalagi untuk yang blog akemapa.com itu tulisannya cenderung lebih serius. Entah bagaimana mulainya, kok blog itu sekarang malah jadi lebih banyak tentang IT dan tutorial. Jadi tambah malas lah saya untuk sering-sering nulis disitu.
Makanya waktu itu saya buatkan subdomain ini untuk ngeblog macem-macem.
Tapi memang pada dasarnya malas nulis, tetep aja jarang update.

Beruntunglah saya sudah “diingatkan” sama oom bantal ini, terlecutlah semangat untuk masuk ke halaman admin dan mengklik “New Post”, meskipun rentang waktu antara obrolan singkat tersebut dan tulisan ini lumayan lama.
Padahal tadinya mau membuat tulisan ini tepat pada tanggal 14 mei 2011 kemarin, tapi berhubung masih sibuk (baca: malas) akhirnya baru bisa sekarang.

Kenapa tanggal 14 Mei?
Karena ada beberapa peristiwa pada tanggal tersebut (atau sekitar tanggal tersebut). Continue reading

FIFA 2011 – Review

Standard

Akhirnya rilis terbaru dari seri FIFA soccer telah keluar, FIFA 2011.
kali ini untuk versi US cover nya adalah Carlos Vela, Landon Donovan, dan Kaka (lebih mirip Huntelaar menurutku, daripada Kaka 😛 )

Seperti biasa, apa yang baru?
well, kalau kalian sebelumnya sudah main FIFA Worldcup 2010 – South Africa, maka tidak banyak perubahan disini. Tapi jika belum main FIFA Worldcup, maka akan terasa perbedaannya.

1. Grafis
Sisi grafis memang pasti harus ada peningkatan di setiap rilis. Kali ini tampilan lebih hidup, ekspresi wajah dan gerakan para pemain lebih nyata.

2. Gameplay
Tidak banyak berbeda dengan FIFA Worldcup 2010 – South Africa. Kontrol pemain, trik dan sebagainya masih sama dengan seri Piala Dunia tersebut. Hanya ada tambahan fitur 360-degree jostling yaitu gerakan berputar dan pressing lawan untuk mendapatkan ruang untuk merebut bola, dan Personality yang merupakan gerakan dan perilaku pemain yang sesuai dengan pemain sebenarnya di dunia nyata.
Continue reading

Gua kan cuma forward doang!

Standard

“Gua cuma forward doang!”
Kalimat itu yang biasanya muncul saat seseorang menyebarkan suatu berita yang masih diragukan kebenarannya.
Di email, milis, IM , atau bahkan BBM, kadang kita menerima pesan dari kontak kita mengenai sesuatu yang biasanya mengenai peringatan akan suatu bahaya atau bahkan suatu peristiwa fenomenal yang sangat langka. Dengan turut mencantumkan nama sebuah media besar sebagai penguat berita membuat orang awam yang membacanya menjadi langsung percaya begitu saja.

Lucunya, kadang tidak sedikit dari mereka yang menyebarkan berita tersebut juga tidak mengetahui keabsahan berita tersebut. Mereka langsung menuruti “perintah” pada akhir isi berita yang biasanya meyarankan kita untuk menyebarkan atau meneruskan berita itu ke orang-orang yang kita sayangi.

Kenapa sih mereka begitu beratnya untuk mengecek apakah berita tersebut benar atau hanya hoax saja?
Padahal cukup mengetikkan subjeknya saja di google kita bisa dapatkan banyak referensi mengenai berita tersebut.

Dan yang lebih menyebalkan lagi, ketika kita sudah panjang lebar menjelaskan bahwa itu adalah hoax (bahkan hingga ke masalah teknis), mereka dengan simple nya menjawab: “Gua cuma forward doang, terserah mau percaya atau enggak..”

Bukankah dengan turut menyebarkan berita tersebut anda juga ikut mempercayainya?
Bukankah dengan mem-forwardnya berarti anda ikut menyebarkan berita bohong?
Continue reading

Anda pelihara kucingnya, saya tampung kotorannya

Standard

Saya termasuk yang pecinta binatang, terutama kucing dan anjing. Tapi sudah sebulan ini rada emosi dengan kucing sekitar rumah. Bukan karena suka maling makanan, bahkan kucing-kucing tersebut tidak pernah berani masuk ke dalam rumah. Yang jadi masalah adalah kotorannya!!

Setiap hari itu kucing-kucing gak pernah absen mampir ke teras rumah ku, cuma untuk pup. Memang teras rumahku walaupun kecil, tapi masih ada tanah nya yang ditanamin pohon kecil dan tanaman lain. Nah disitulah tempat mereka melepas hajat. Seolah-olah teras ku itu adalah WC Umum. Walhasil, saya pun setiap hari mesti menyiram kotoran-kotoran tersebut. Apalagi lokasi teras tersebut persis dibawah jendela kamar ku. Kalau sudah tercium bau asem, tengah malam pun terpaksa mencari lokasi TKP untuk menyiramnya. Karena kalau sudah kering (dan keras) jadi makin sulit menyiramnya. Masa diangkat pakai tangan??
Bikin malu aja, orang baru masuk ke halaman aja sudah bau tai kucing.

Ada 2 kucing yang menjadi tersangka utama. Dan juga beberapa kali kepergok sedang mencari posisi untuk indehoy buang hajat:
Continue reading

Deddy Corbuzier pun kalah

Standard

Menurutku, profesi paling “ajaib” itu adalah tukang parkir. Terutama tukang parkir yang dipinggir jalan. Mereka bisa menghilang, dan tiba-tiba sudah muncul dibelakang ketika kita mau keluar.

Padahal ketika mau parkir, mereka tidak kelihatan. Meskipun celingak-celinguk, cari tempat parkir kosong, mereka tetap tidak tampak.
Entah ada dimana..

Tapi ketika kita mau keluar, secara menakjubkan mereka sudah berdiri didekat kendaraan
Entah dari mana…

Tarif jasa sulap mereka pun fleksibel
kalau parkir motor, dikasih Rp.500 diterima.
Dikasih Rp.1000, tidak ada kembalian, melengos pergi..

Hebat..