Happy New Year 2009

Written by vandai on January 1, 2009 – 9:47 pm -

Happy New Year 2009

Happy New Year 2009

New Year.. New Hopes..
New Lifes??
Menempuh hidup baru?? wekekekeke….

Selamat tinggal 2008.
Selamat tinggal kenangan 2008.
Semoga ditahun 2009 ini, semua berjalan dengan baik.
Amiiinnnn…


Tags:
Posted in for life | 1 Comment »

Arsenal Seri dan gua jackpot!

Written by vandai on December 27, 2008 – 2:30 pm -

Aston Villa - Arsenal

JACKPOT!!
Nonbar pertama AIS di cafe Hanz. Karena kita lagi pengen nyari tempat baru yang lebih cozy dan tentunya bebas teriak2. Berhubung sekre AIS sekarang sudah mulai kurang memadai seiring dengan makin ramainya pasukan AIS bandung.

Nonbar kali ini lebih rame. karena panglima AIS hadir di bandung.
Yap, alif lagi liburan di indonesia. dan dia lagi maen di bandung. Di forum2 laen dia biasa di kenal dengan nick popshell.
Jadi deh sepanjang pertandingan kita nge-chant terus.
yah, ga semua sih. karena anak2 AIS bandung laennya pada ga familiar dengen chant. Jadi paling cuma gua dan andry aja yang ngikut komando chant alif. paling2 kang maman doang.
Tapi tetep seru kok. rame…

Di tambah lagi, alif mesen 4 pitcher bir!!
bukan bir biasa, campuran vodka klo ga salah.

Dengan pertandingan yang makin seru. Tangan ga berenti2 nya ngangkat gelas.
rasanya, isi nya ga abis2!! tuang teruss… tegak teruss..

hasilnya..
kapal mulai oleng boss…
Read more »


Tags: ,
Posted in arsenal, for life | No Comments »

SEBUAH KISAH IRONIS DI IRLANDIA UTARA

Written by vandai on December 21, 2008 – 3:38 pm -

Saya ibu terburuk di dunia ini. Oh Tuhan biarlah aku menceritakan hal ini sebelum ajal menjemput…….

20 tahun yang lalu saya melahirkan seorang anak laki-laki, wajahnya lumayan tampan namun terlihat agak bodoh. Sam memberi ia nama Eric. Semakin berkembang semakin nampak jelas bahwa anak ini memang agak terbelakang. Saya berniat memberikannya kepada orang lain saja untuk dijadikan budak/pelayan, namun suami saya Sam mencegah niat buruk saya.

Akhirnya terpaksa saya membesarkannya juga. Di tahun yang kedua setelah melahirkan Eric, saya pun melahirkan kembali seorang anak perempuan yang cantik mungil, saya menamakannya Angelica. Saya sangat menyanyangi Angelica demikian juga Sam,
seringkali kami mengajaknya pergi ke taman hiburan dan membelikannya pakaian
anak yang indah-indah….. tapi tidak demikian dengan Eric. Ia hanya memiliki beberapa stel pakaian butut. Sam berniat membelikannya, namun saya melarangnya dengan dalih menghemat keuangan keluarga dan Sam selalu menuruti perkataan saya.

Di saat Angelica berumur 2 tahun Sam meninggal dunia dan pada saat itu Eric sudah berumur 4 tahun. Keluarga kami semakin miskin disertai hutang yang semakin menumpuk. Saya mengambil sebuah keputusan yang membuat saya menyesal seumur hidup. Saya pergi meninggalkan kampung kelahiran saya itu beserta Eric yang masih tertidur lelap, di gubuk yang terpaksa kami tinggali. Setelah saya menjual rumah untuk melunasi hutang-hutang……..

Setahun…..2 tahun………5 tahun….. 10 tahun …… telah berlalu. sejak kejadian itu …Saya telah menikah kembali dengan Brad, seorang pria dewasa. Ia seorang pendeta di gereja St. Maria. 5 tahun lamanya umur pernikahan kami, dan berkatnya sifat2 saya yang semula pemarah, egois dan tinggi hati, berubah sedikit demi sedikit. Saya menjadi lebih sabar
dan penyanyang. Angelica telah berumur 12 tahun dan kami sekolahkan dia di asrama putri perawatan. Tidak ada lagi yang ingat tentang Eric dan tidak ada lagi yang mengingatnya.

Hingga suatu malam……….
Malam di mana saya bermimpi tentang seorang anak. wajahnya agak tampan, ia tampak pucat sekali….. ia melihat ke arah saya sambil tersenyum ia berkata, “Tante, tante kenal mama saya? Saya lindu cekali pada mommy” Setelah mengatakan itu ia mulai beranjak pergi, namun saya menahannya. “Tunggu… sepertinya saya mengenalmu. Siapa namamu anak manis?” “Nama saya elic tante” Eric……??? Eric……. ya Tuhan kau benar-benar Eric ????? Saya langsung tersentak dan bangun. rasa bersalah, sesal dan berbagai perasaan aneh menerpa diri saya saat itu juga. Read more »


Tags:
Posted in for life | No Comments »

BERAPA GAJI PAPA ?

Written by vandai on December 21, 2008 – 3:32 pm -

Seperti biasa Rudi, Kepala Cabang di sebuah perusahaan swasta terkemuka di
Jakarta, tiba di rumahnya pada pukul 9 malam. Tidak seperti biasanya,
Imron, putra pertamanya yang baru duduk di kelas tiga SD yang membukakan
pintu. Ia nampaknya sudah menunggu cukup lama.

“Kok, belum tidur?” sapa Rudi sambil mencium anaknya. Biasanya Imron
memang sudah lelap ketika ia pulang dan baru terjaga ketika ia akan
berangkat ke kantor pagi hari. Sambil membuntuti sang Papa menuju ruang
keluarga, Imron menjawab, “Aku nunggu Papa pulang. Sebab aku mau tanya
berapa sih gaji Papa?”

“Lho, tumben, kok nanya gaji Papa? Mau min! ta uang lagi, ya? ” “Ah,
enggak. Pengen tahu aja.”
“Oke. Kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar 10 jam
dan dibayar Rp 400.000,-. Dan setiap bulan rata-rata dihitung 22 hari
kerja. Sabtu dan minggu libur, kadang sabtu Papa masih lembur. Jadi, gaji
Papa dalam satu bulan berapa, hayo?”

Imron berlari mengambil kertas dan pensilnya dari meja belajar, sementara
Papanya melepas sepatu dan menyalakan televisi. Ketika Rudi beranjak
menuju kamar untuk berganti pakaian, Imron berlari mengikutinya. “Kalau
satu hari Papa dibayar Rp 400.000,- untuk 10 jam, berarti satu jam
Papa digaji Rp 40.000,- dong,” katanya.
“Wah, pinter kamu. Sudah, sekarang cuci kaki, bobok,”perintah Rudi. Tetapi
Imron tak beranjak.

Sambil menyaksikan Papanya berganti pakaian,
Imron kembali bertanya, “Papa, aku boleh pinjam uang Rp.5.000,- nggak?”
“Sudah, nggak usah macam-macam lagi. Buat apa! minta uang malam-malam
begini? Papa capek. Dan mau mandi dulu. Tidurlah. “Tapi Papa…” Kesabaran
Rudi habis.
“Papa bilang tidur!” hardiknya mengejutkan Imron. Anak kecil itu pun
berbalik menuju, kamarnya. Read more »


Tags:
Posted in for life | No Comments »

KASIHILAH SELAGI BISA

Written by vandai on December 21, 2008 – 3:30 pm -

Untuk mengingatkan bahwa ada orang yang menyayangi kita (mungkin…) tanpa kita sadari… sampai suatu saat kita harus kehilangannya…… dan apakah kita harus kehilangannya lebih dahulu untuk menyadarinya….?

Semuanya itu disadari John pada saat dia termenung seorang diri, menatap kosong keluar jendela rumahnya. Dengan susah payah ia mencoba untuk memikirkan mengenai pekerjaannya yang menumpuk. Semuanya sia-sia belaka. Yang ada dalam pikirannya hanyalah perkataan anaknya, Magy, di suatu sore sekitar 3 minggu yang lalu.

Malam itu, 3 minggu yang lalu John membawa pekerjaannya pulang. Ada rapat umum yang sangat penting besok pagi dengan para pemegang saham.

Pada saat John memeriksa pekerjaannya, Magy, putrinya yang baru berusia 2 tahun datang menghampiri, sambil membawa buku ceritanya yang masih baru. Buku baru bersampul hijau dengan gambar peri.

Dia berkata dengan suara manjanya,
“Papa lihat !”
John menengok ke arahnya dan berkata,
“Wah, buku baru ya ?”
“Ya Papa!” katanya berseri-seri, “Bacain dong !”
“Wah, Ayah sedang sibuk sekali, jangan sekarang deh”, kata John dengan cepat sambil mengalihkan perhatiannya pada tumpukan kertas di depan hidungnya.
Magy hanya berdiri terpaku di samping John sambil
memperhatikan. Lalu dengan suaranya yang lembut dan sedikit dibuat-buat mulai merayu kembali,
“Tapi mama bilang Papa akan membacakannya untuk Magy”.
Dengan perasaan agak kesal John menjawab,
“Magy dengar, Papa sangat sibuk. Minta saja Mama untuk
membacakannya.”
“Tapi Mama lebih sibuk daripada Papa,” katanya sendu.
“Lihat Papa, gambarnya bagus dan lucu.”
“Lain kali Magy, sana! Papa sedang banyak kerjaan.”

John berusaha untuk tidak memperhatikan Magy lagi.
Waktu berlalu, Magy masih berdiri kaku di sebelah ayahnya sambil memegang erat bukunya. Read more »


Tags:
Posted in for life | No Comments »

Gendong aku, sebelum kau ceraikan aku

Written by vandai on December 21, 2008 – 3:12 pm -

Pada hari pernikahanku,aku membopong istriku. Mobil pengantin berhenti didepan flat kami yang cuma berkamar satu. Sahabat-sahabatku menyuruhku untuk membopongnya begitu keluar dari mobil. Jadi kubopong ia memasuki rumah kami.

Ia kelihatan malu-malu. Aku adalah seorang pengantin pria yang sangat bahagia. Ini adalah kejadian 10 tahun yang lalu.

Hari-hari selanjutnya berlalu demikian simpel seperti secangkir air bening. Kami mempunyai seorang anak, saya terjun ke dunia usaha dan berusaha untuk menghasilkan banyak uang. Begitu kemakmuran meningkat, jalinan kasih diantara kami pun semakin surut. Ia adalah pegawai sipil. Setiap pagi kami berangkat kerja bersama-sama dan sampai dirumah juga pada waktu yang bersamaan.

Anak kami sedang belajar di luar negeri. Perkawinan kami kelihatan bahagia. Tapi ketenangan hidup berubah dipengaruhi oleh perubahan yang tidak kusangka-sangka.

Dew hadir dalam kehidupanku. Waktu itu adalah hari yang cerah. Aku berdiri di balkon dengan Dew yang sedang merangkulku. Hatiku sekali lagi terbenam dalam aliran cintanya. Ini adalah apartment yang kubelikan untuknya.

Dew berkata , “Kamu adalah jenis pria terbaik yang menarik para gadis.” Kata-katanya tiba-tiba mengingatkanku pada istriku. Ketika kami baru menikah,istriku pernah berkata, “Pria sepertimu,begitu sukses,akan menjadi sangat menarik bagi para gadis.”

Berpikir tentang ini, Aku menjadi ragu-ragu. Aku tahu kalo aku telah menghianati istriku. Tapi aku tidak sanggup menghentikannya. Aku melepaskan tangan Dew dan berkata, “Kamu harus pergi membeli beberapa perabot, O.K.?.Aku ada sedikit urusan dikantor”

Kelihatan ia jadi tidak senang karena aku telah berjanji menemaninya. Pada saat tersebut, ide perceraian menjadi semakin jelas dipikiranku walaupun kelihatan tidak mungkin. Bagaimanapun,aku merasa sangat sulit untuk membicarakan hal ini pada istriku. Walau bagaimanapun ku jelaskan, ia pasti akan sangat terluka. Sejujurnya,ia adalah seorang istri
yang baik. Setiap malam ia sibuk menyiapkan makan malam. Aku duduk santai didepan TV. Makan malam segera tersedia. Lalu kami akan menonton TV sama-sama. Atau aku akan menghidupkan komputer,membayangkan tubuh Dew. Ini adalah hiburan bagiku.

Suatu hari aku berbicara dalam guyon, “Seandainya kita bercerai, apa yang akan kau lakukan? ” Ia menatap padaku selama beberapa detik tanpa bersuara. Kenyataannya ia percaya bahwa perceraian adalah sesuatu yang sangat jauh darinya. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana ia akan menghadapi kenyataan jika tahu bahwa aku serius. Ketika istriku mengunjungi kantorku, Dew baru saja keluar dari ruanganku. Hampir seluruh staff menatap istriku dengan mata penuh simpati dan berusaha untuk menyembunyikan segala sesuatu selama berbicara dengan ia. Ia kelihatan sedikit kecurigaan. Ia berusaha tersenyum pada bawahan-bawahanku. Tapi aku membaca ada kelukaan di matanya. Read more »


Tags:
Posted in for life | No Comments »
RSS